ENGGAN TERBANG
Oleh:
Ratnaningsih
303342466508
Format : Bertiga dalam satu kelompok
Waktu : 10 – 20 menit
Tempat : Di dalam atau diluar ruangan
Alat : Peluit
Peserta : 9 – 12 orang
1. MANFAAT
Mendorong peserta supaya mempunyai kemauan yang kuat dalam mencapai tujuan.
2. PROSEDUR
Prosedur dalam praktik ice breaking sebagai berikut:
- Pemimpin meminta peserta membentuk kelompok burung yang terdiri dari tiga unsur (ayah burung, induk burung, dan anak burung).
- Kemudian peserta membentuk posisi: ayah burung dan induk burung berhadapan dan berpegangan kedua tangannya dengan posisi anak burung diantara tangan mereka
- Peserta yang mempunyai peran atau role sebagai ayah burung harus mengucapkan kuk..kuk..kuk.. induk burung hanya bisa mengucapkan bahasa burung kek..kek..kek.. sedangkan anak burung dengan bahasa kik..kik..kik..
- Peserta tidak boleh berbicara bahasa manusia selama melakukan interaksi dan tidak boleh mengubah peran. Jika bertindak sebagai anak burung, terus menjadi anak burung.
- Jika diberi aba-aba berupa ketukan (menggambarkan seolah-olah ada letupan senapan yang membuat kumpulan burung menjadi terbang), maka formasi dan komposisi yang ada sekarang menjadi bubar dengan melepaskan diri masing-masing. Peserta harus bergerak kesana-kemari dengan gaya terbang dan mengucapkan bahasa masing-masing: kuk...kuk..kuk.., kek..kek..kek.., kik..kik..kik..
- Ketika terdengar bunyi peluit, mereka harus membentuk formasi kembali. Satu kelompok terdiri dari ayah burung, induk burung dan anak burung
- Begitu seterusnya sampai beberapa putaran
- Pemimpin memberikan penlaian, siapa yang memerankan ayah burung, induk burung dan anak burung terbaik
3. PEMBAHASAN
Dalam aktivitas sehari-hari dilingkungan sekolah, setiap siswa selalu dihadapkan dengan problem penyesuaian diri. Penyesuaian diri karena adanya teman-teman baru. Seringkali gesekan dan ketegangan tidak bisa dihindarkan. Bahasa komunikasi biasa terkadang tidak cukup untuk membuat keadaan bisa cepat baik. Apapun peran siswa dalam sekolah, semuanya mempunyai andil untuk bisa mendukung pembentukan keharmonisan sekolah.
4. SUMBER
Soenarno, Adi. 2005. Ice Breaker, Permata Atraktif-Edukatif untuk Pelatihan Manajemen. Yogyakarta: ANDI Yogyakarta
Tidak ada komentar:
Posting Komentar